Laman

Sabtu, 07 Agustus 2010







Sekilas BioGrafi HABIB SYEKH BIN ABDUL QODIR ASSEGGAF
Bagikan
Senin, 01 September 2008

Nama Habib Syekh bin Abdul qadir Asseggaf sebagai pendakwah, boleh jadi belum dikenal secara luas di masyarakat. Namun di kalangan jamaah majelis shalawat atau kegiatan Maulidan, Beliau cukup dikenal. Terutama karena tokoh yang satu ini memiliki suara yang sangat merdu.

Selain itu beliau juga mencipta sendiri lagu qashidah yang nada dan iramanya dapat diterima telinga masyarakat, baik masyarakat yang akrab dengan kegiatan majelis shalawat maupun masyarakat awam.

Dengan suara yang merdu ini, habib yang satu ini berhasil memikat kalangan muda sehingga mereka menyukai qashidah dengan syair-syair yang seluruhnya bersumber dari kitab Simthud Durar tersebut. Tidak jarang pula kemudian kalangan muda ikut bergabung dalam majelis shalawat yang sudah ada.

Sebenarnya syair-syair qashidah yang dibawakan beliau bukanlah syair puji-pujian yang baru, namun Habib Syekh berhasil membentuk dan mengemas irama pembacaan maulid Tradisional menjadi lebih indah dan menggoda telinga yang mendengarnya.

Selain itu, Habib Syekh bin Abdul qadir Asseggaf ini juga suka berbagi dan memberi, meski dia sendiri terkadang dalam kekurangan. Bahkan ketika mengawali dakwahnya ke pelosok-pelosok, ia membawa nasi bungkus, untuk dibagi-bagikan kepada jamaah.

Dengan Kereta Angin

Perjalanan hidup Habib kelahiran Solo, 20 September 1961, ini cukup berliku. Beliau pernah jaya sebagai pedagang tapi kemudian bangkrut. Di saat sulit itu, Habib Syekh melakukan dakwah menggunakan kereta angin ke pelosok-pelosok untuk melaksanakan tugas dari sang guru, almarhum Habib Anis bin Alwi Alhabsyi, imam masjid Riyadh Gurawan Solo.

Pada saat itu Habib Syekh bin Abdul qadir Asseggaf juga sering diejek sebagai orang yang tidak punya pekerjaan dan habib jadi-jadian. Namun Habib Syekh tidak pernah marah atau mendendam kepada orang yang mengejeknya. Justru sebaliknya, beliau tetap tersenyum dan memberi sesuatu kepada orang tersebut.

Terkadang Habib Syekh bin Abdul qadir Asseggaf rutin memberikan ta’lim di Kebagusan, sedangkan dakwah rutinnya di kota Solo dan kota kota di jawa tengah.




Rabu, 07 Juli 2010


IndonesiaWe love


ﺏﺴـــــﻢﺍﷲﺍﻟﺮﺣﻪﻦﺍﻟﺮﺣﻴـــــــﻢ

Merah Putih Yang Masih Kusam


Artikel-artikel berikut membahas permasalahan yang ada di bumi pertiwi. Mulai dari benih, akar, batang hingga buah permasalahan. Saya mengajak diri saya sendiri dan pembaca yang budiman untuk tenggelam dalam permasalan yang dihadapi bangsa ini.
Permasalahan yang semakin dibiarkan di Indonesia hingga dirasakan turun temurun oleh generasi muda akan dibahas di artikel berikut. Mari kita peduli akan nasib bangsa ini, jangan sampai semakin terpuruk dan tertindas oleh kebodohan dan kebebasan yang tidak bertanggung jawab. Jadi saya persilahkan pembaca yang budiman untuk mengomentari pendapat dari artikel-artikel berikut.
*      Cinta Tanah Air
*      Pendidikan                                                                                                  
    Pentingnya pendidikan dan ilmu pengetahuan
    Masih sulitnya biaya pendidikan bagi masyarakat yang belum mampu     
    Masih sulitnya keterbukaan dalam belajar
    Motivasi untuk anak bangsa agar lebih termotivasi pada Pendidikan
    Peran orang tua dalam mendidik anak   
*      Pornografi                                                                                                    
    Faktor berkembangnya pornografi          
    Konduktor pornografi                                                       
*      Kekerasan oleh ormas Islam FPI                                                  
    Tindakan-tindakan yang telah dilakukan oleh FPI       
    Dampak kekerasan dari tindakan keras FPI                  
    Tindakan yang dilakukan oleh pemerintahan dan pihak berwenang
    Bercermin dari sejarah penyebaran islam oleh wali songo
*      Moral bangsa dari cermin pertelevisian                                     
    Peranan televise                                                                  
    Peran orang tua dalam mengawasi tontonan anak       
    Dampak-dampak televisi bagi anak-anak                      
*      Pemimpin                                                                                        
    Pemimpin takabur dan banyak bicara dari pada bertindak
    Kata umat tentang kriteria pemimpin idaman.                          Kisah Pemimpin-pemimpin dunia untuk cermin calon pemimpin     
     Baginda Agung Muhammad SAW 
     King New Ton                                                            
     King Arthur (Inggris)                                                
     Sahabat Abu Bakar Ash Shiddiq ra.                        
     Sahabat Umar Bin Khottob                                       
     Sahabat Utsman Bin ‘Affan                                       
     Sahabat Ali bin Abu Tholib                                      
     3 Tawanan Perang di zaman Tabi’in                      
     Ir. Soekarno                                                                 
     KH. Abdurrohman Wahid (Gus Dur)                                             

  
Cinta Tanah Air
            Alam ini mengajarkan bahwa tidak ada yang lebih hebat dari Cinta. Dengan cinta seorang mampu takluk, dan berdiri kokoh dengan suatu pendiriannya, dengan cinta seseorang mampu membersihkan debu-debu kebencian. Cinta merupakan perasaan yang mampu menarik hati seseorang untuk selalu bersama dan membela suatu hal yang dianggap baik untuknya. Cinta yang hakiki dihayati seseorang kepada orang yang sangat berjasa baginya. 
Misalnya, seorang anak yang mencintai ibunya dengan sepenuh hati karena ibunya telah mempertaruhkan hidupnya demi kelahiran seorang anak. Namun fakta mengatakan lain, entah apa yang membuat diri kita lupa akan cinta yang mulia dari ibu. Kebanyakan cinta didalam diri kita diberikan kepada kekasih yang belum tentu cinta kepada kita, sebut saja pacar, idola. Seolah-seolah zaman dan lingkungan membelokkan pikiran kita ke arah yang miris, kita dilupakan untuk tidak ingat dengan kasih sayang yang diberikan orang yang lebih tulus mencintai kita.
Memang cinta itu merupakan hak dan kebebasan. Namun ingat, kita tidak hidup sendiri. Sejatinya kita benar-benar makhluk yang dilahirkan dan dihidupkan dari bentuk hubungan sosial. Artinya kita harus ingat dengan lingkungan.
Sayangnya Kebanyakan dari kita dilupakan oleh sikap egois yang tinggi untuk menjunjung martabat cinta.. Egois memperbanyak harta, tahta, dan keegoisan cinta dunia lainnya. Nafsu & sikap egois ini membentuk kepribadian kita untuk acuh tak acuh kepada suatu hal yang semestinya dicintai. Sikap egois juga menjadikan kita semakin enggan menerima nasihat-nasihat yang bijak karena dirinya merasa hebat dari orang yang memberinya nasihat. Begitu pula mengartikan cinta kepada Negara tanah air Indonesia.
            Cinta kepada Negara sudah semestinya mengakar erat dalam hati oleh setiap orang yang ada di Negara itu. Cinta tanah air sebagai bentuk cintanya kepada alam kelahirannya, dan cinta kepada bangsa juga merupakan wujud persatuan yang ditopang oleh rasa kebersamaan, persamaan nasib, dan ikatan darah suatu bangsa itu untuk menjadikan kehidupan bermasyarakat yang lebih baik. Kemajuan bangsa sudah tentu ditentukan oleh rasa cintanya rakyat kepada negaranya. Namun seberapa besar cinta dari kita kepada bangsa ini?
Cinta tak mudah untuk diresapi di dalam dada, tidak sebatas ucapan di lisan, hanya hati yang merasakan dan meyakininya. Buah dari cinta itu tercermin dari tindakan bagaimana yang harus seseorang lakukan kepada suatu yang ia cintai. Seseorang akan terus menerus berusaha agar cintanya semakin bertambah hebat hingga derajat tertinggi.
Untuk mencintai tanah air, kita diajarkan untuk mencintai apa yang ada di dekat kita terlebih dulu, dari mencintai diri kita sendiri, kemudian kita belajar untuk membalas cinta yang lebih kepada orang yang telah mengkasihi kita dengan cara yang baik dan sesuai, seperti belajar untuk berbalas budi, belajar untuk ringan mengatakan terimakasih, berbuat kebajiakan dengan tulus meskipun itu hal yang kecil kepada orang lain, belajarlah untuk jujur, belajarlah untuk maaf dan saling memaafkan, sabar bertindak, dan hidup bersama serta membiasakan hidup bertoleransi. Apabila hal tersebut dibiasakan dan ditanamkan dari dini kepada generasi-generasi pertiwi, bukan hal yang aneh apabila generasi muda mendatang membawa misi memuliakan tanah airnya dan membumikan kebajikan.
Oleh karena itu kepada pembaca yang budiman penulis dengan penuh kerendahan hati mengajak kita semua agar mari kita ajarkan diri kita sendiri untuk belajar mencintai suatu kebajikan dari apa yang ada dalam diri kita hingga suatu yang pantas untuk lebih dicintai.
Pembaca yang dimuliakan tuhan, cinta adalah hak kita, namun jangan sampai kita salah menempatkan cinta kepada yang tidak seharusnya diutamakan cintanya. Cinta bukan paksaan, namun kebebasan yang harus dipertanggungjawabkan. Satukan dan damaikan cinta, cintakan persatuan dan perdamaian.
Monggoh kito tunjuken  lan laksanaken sareng sareng hubb kawulo sedoyo kangge bangsa lan tanah air nusantara tercinta Indonesia!

(Artikel ini belum selesai)

Selasa, 19 Mei 2009



Terminologi

Sebuah cover dari mushaf Al-Qur'an

Dr. Subhi Al Salih mendefinisikan Al-Qur'an sebagai berikut:

“Kalam Allah SWT yang merupakan mukjizat yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW dan ditulis di mushaf serta diriwayatkan dengan mutawatir, membacanya termasuk ibadah”.

Adapun Muhammad Ali ash-Shabuni mendefinisikan Al-Qur'an sebagai berikut:

"Al-Qur'an adalah firman Allah yang tiada tandingannya, diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW penutup para Nabi dan Rasul, dengan perantaraan Malaikat Jibril a.s. dan ditulis pada mushaf-mushaf yang kemudian disampaikan kepada kita secara mutawatir, serta membaca dan mempelajarinya merupakan ibadah, yang dimulai dengan surat Al-Fatihah dan ditutup dengan surat An-Nas"

Dengan definisi tersebut di atas sebagaimana dipercayai Muslim, firman Allah yang diturunkan kepada Nabi selain Nabi Muhammad SAW, tidak dinamakan Al-Qur’an seperti Kitab Taurat yang diturunkan kepada umat Nabi Musa AS atau Kitab Injil yang diturunkan kepada umat Nabi Isa AS. Demikian pula firman Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW yang membacanya tidak dianggap sebagai ibadah, seperti Hadits Qudsi, tidak termasuk Al-Qur’an.

[sunting] Nama-nama lain Al-Qur'an

!Artikel utama untuk bagian ini adalah: Nama lain Al-Qur'an

Dalam Al-Qur'an sendiri terdapat beberapa ayat yang menyertakan nama lain yang digunakan untuk merujuk kepada Al-Qur'an itu sendiri. Berikut adalah nama-nama tersebut dan ayat yang mencantumkannya:

  • Al-Kitab, QS(2:2),QS (44:2)
  • Al-Furqan (pembeda benar salah): QS(25:1)
  • Adz-Dzikr (pemberi peringatan): QS(15:9)
  • Al-Mau'idhah (pelajaran/nasehat): QS(10:57)
  • Al-Hukm (peraturan/hukum): QS(13:37)
  • Al-Hikmah (kebijaksanaan): QS(17:39)
  • Asy-Syifa' (obat/penyembuh): QS(10:57), QS(17:82)
  • Al-Huda (petunjuk): QS(72:13), QS(9:33)
  • At-Tanzil (yang diturunkan): QS(26:192)

KEAJAIBAN AL-QUR'AN
berdasarkan teori Harun Yahya
Al Qur'an adalah firman Allah yang di dalamnya terkandung banyak sekali sisi keajaiban yang membuktikan fakta ini. Salah satunya adalah fakta bahwa sejumlah kebenaran ilmiah yang hanya mampu kita ungkap dengan teknologi abad ke-20 ternyata telah dinyatakan Al Qur'an sekitar 1400 tahun lalu. Tetapi, Al Qur'an tentu saja bukanlah kitab ilmu pengetahuan. Namun, dalam sejumlah ayatnya terdapat banyak fakta ilmiah yang dinyatakan secara sangat akurat dan benar yang baru dapat ditemukan dengan teknologi abad ke-20. Fakta-fakta ini belum dapat diketahui di masa Al Qur'an diwahyukan, dan ini semakin membuktikan bahwa Al Qur'an adalah firman Allah.


AL QUR'AN DAN ASTRONOMI
Banyak fakta, seperti penciptaan alam semesta dari ketiadaan, mengembangnya alam semesta, serta garis-garis edar planet di jagat raya, yang hanya mampu diketahui melalui astronomi modern, telah diberitakan dalam Al Qur'an sekitar 1400 tahun lalu.

AL QUR'AN DAN FISIKA
Tahukah Anda bahwa unsur besi pada awalnya terbentuk di bintang-bintang di luar angkasa, bahwa materi diciptakan berpasang-pasangan, dan bahwa waktu adalah suatu konsep yang relatif? Al Qur'an telah mengisyaratkan tentang semua fakta ilmiah ini.
AL QUR'AN DAN PLANET BUMI
Banyak fakta ilmiah, dari lapisan-lapisan atmosfir hingga fungsi geologis gunung, dari proses pembentukan hujan hingga struktur dunia bawah laut, dijelaskan dalam ayat-ayat Al Qur'an.

AL QUR'AN DAN BIOLOGI
Al Qur'an memaparkan perkembangan embrio manusia dalam rahim ibu melalui penjelasan yang benar-benar sesuai dengan penemuan embriologi modern.
INFORMASI MENGENAI PERISTIWA MASA DEPAN DALAM AL QUR'AN
Allah mengisahkan dalam Al Qur'an tentang sejumlah peristiwa penting yang akan terjadi di masa depan, dan berbagai peristiwa ini terjadi persis sebagaimana kisah tersebut.
PENGETAHUAN AL QUR'AN
Untuk meningkatkan pengetahuan Anda tentang Al Qur'an, Anda dapat mengunjungi, "Pengetahuan Al Qur'an" dan "Indeks Al Qur'an". Pada bagian ini, ayat-ayat Al Qur'an dikelompokkan menurut pokok bahasannya.